Senin, 14 Agustus 2017

MAKALAH TENTANG SBMPTN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal penting, dimana dalam agamapun diperintahkan untuk menuntut ilmu hingga akhir liang lahat. Setelah menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), para pelajar mulai menyiapkan diri dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu ke perguruan tinggi.
Pada awal tahun, biasanya banyak siswa kelas 12 & alumni SMA/sederajat yang mulai berpikir untuk masuk kuliah. Bagi mereka yang udah ngebet banget untuk masuk kuliah, segala upaya akan dilakukan untuk mencapai tujuan tsb. Tapi dalam upaya mencapai tujuan ini, para calon mahasiswa ini seringkali dihadapkan dengan berbagai macam pertanyaan yang membingungkan, contohnya seperti:
1)      Saya cocoknya berkuliah di jurusan apa?
2)      Universitas yang bagus di Indonesia ada apa saja sih?
3)      Ada apa aja sih jalur penerimaan masuk mahasiswa di Indonesia?
4)      Sebaiknya cara masuk universitas A itu lewat jalur seleksi apa ya?
5)      Bagaimana taktik menentukan urutan pemilihan jurusan ketika daftar SBMPTN?
6)      Apa saja indikator dalam menentukan urutan prodi dalam pendaftaran SBMPTN?
7)      Apakah passing grade itu adalah tolak ukur yang akurat untuk memprediksi persaingan calon mahasiswa?
Dalam hal ini penulis membahas tentang seputar SBMPTN yang merupakan jalur seleksi ke Perguruan Tinggi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian SBMPTN ?
2.      Bagaimana sejarah mula SBMPTN ?
3.      Universitas mana saja yang menggunakan sistem SBMPTN ?
4.      Bagaimana ketentuan umum dan persyaratan dalam mengikuti SBMPTN ?

C.    Tujuan
1.      Untuk Mengetahui pengertian SBMPTN
2.      Untuk Mengetahui Bagaimana sejarah mula SBMPTN
3.      Untuk Mengetahui Universitas mana saja yang menggunakan sistem SBMPTN
4.      Untuk Mengetahui Bagaimana ketentuan umum dan persyaratan dalam mengikuti SBMPTN




BAB II
PEMBAHASAN

Perguruan tinggi terbagi jadi 2 macam yaitu PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri), Lalu apa perbedaanya? PTS adalah milik suatu badan swasta kalau PTN milik negara. Perbedaan yang lain Kuliah di  PTS biayanya lebih besar dari pada kuliah di PTN, karena tidak dapet subsidi dari pemerintah. Dalam segi kualitas, kami kira itu kembali ke masing - masing. Kalo di PTN tidak harus lebih pinter dari pada yang di swasta.
Ada banyak jalur buat masuk ke PTN. 2 yang diselenggarakan pemerintah, dan yang lainnya itu dari universitas sendiri yang mengadakan. Dan ini hanya untuk yang mengambil jenjang S1.

A. Pengertian SBMPTN
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau disingkat SBMPTN merupakan seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri menggunakan pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, PTN, maupun bagi kepentingan nasional.
Bagi calon mahasiswa, Ujian Tertulis sangat menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah.

B. Sejarah SBMPTN
Berdasarkan sejarahnya, awal mula penyelenggaraan SBMPTN dimulai dari penyelenggaraan SNMPTN melalui ujian tertulis (SNMPTN Tulis) yang diselenggarakan pada tahun 2008. Pada saat itu, SNMPTN diselenggarakan oleh Dirjen Dikti Kemendikbud. Namun sejak 2013 diserahkan kepada Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Berdasarkan pengalaman yang sangat panjang dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis, pada tahun 2013, MRPTNI tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN selain SNMPTN. Seleksi yang mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan ini disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang sosial dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu seni dan/atau keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.
C. Perguruan Tinggi Negeri Peserta SBMPTN
Jumlah PTN yang tergabung ke dalam SBMPTN pertama kali pada tahun 2013 adalah sebanyak 62 PTN dan pada tahun 2015 diperkirakan bertambah menjadi 77 PTN. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya perguruan tinggi baru maupun perguruan tinggi Islam yang sebelumnya berada di Kementerian Agama kemudian pengelolaannya dilimpahkan kepada Kementerian Ristek dan Dikti.
No
Nama Perguruan Tinggi Negeri/ Badan Hukum
Singkatan
2013
2014
2015
1
UNSYIAH
v
v
v
2
UNIMAL
v
v
v
3
UIN Aceh
x
x
v
4
UTU
x
x
**
5
UNSAM
x
x
**
6
USU
v
v
v
7
UNIMED
v
v
v
8
UNRI
v
v
v
9
UIN Riau
v
v
v
10
UNAND
v
v
v
11
UNP
v
v
v
12
UNJA
v
v
v
13
UNMRAH
v
v
v
14
UNIB
v
v
v
15
UNSRI
v
v
v
16
UIN Palembang
x
v
v
17
UNILA
v
v
v
18
ITERA
x
x
v
19
UBB
v
v
v
20
UI
v
v
v
21
UNJ
v
v
v
22
UIN Jakarta
v
v
v
23
UPN Veteran Jakarta
x
x
**
24
UNTIRTA
v
v
v
25
IPB
v
v
v
26
UNPAD
v
v
v
27
UPI
v
v
v
28
ITB
v
v
v
29
UIN Bandung
v
v
v
30
UNSIKA
x
x
**
31
UNSIL
x
x
**
32
UNDIP
v
v
v
33
UNNES
v
v
v
34
UIN Semarang
v
v
v
35
UNSOED
v
v
v
36
UNS
v
v
v
37
UNTIDAR
x
x
**
38
UGM
v
v
v
39
UNY
v
v
v
40
UIN Yogyakarta
v
v
v
41
UPN Veteran Yogyakarta
x
x
**
42
UNAIR
v
v
v
43
ITS
v
v
v
44
UNESA
v
v
v
45
UIN Surabaya
v
v
v
46
UTM
v
v
v
47
UB
v
v
v
48
UM
v
v
v
49
UIN Malang
v
v
v
50
UNEJ
v
v
v
51
UPN Veteran Jatim
x
x
**
52
UNUD
v
v
v
53
UNDIKSHA
v
v
v
54
UNRAM
v
v
v
55
UNDANA
v
v
v
56
UNIMOR
x
x
**
57
UNTAN
v
v
v
58
UPR
v
v
v
59
UNLAM
v
v
v
60
UNMUL
v
v
v
61
ITK
x
x
v
62
UBT
v
v
v
63
UNSRAT
v
v
v
64
UNIMA
v
v
v
65
UNG
v
v
v
66
UNSULBAR
x
x
v
67
UNTAD
v
v
v
68
UNHALU
v
v
v
69
USN
x
x
**
70
UNHAS
v
v
v
71
UNM
v
v
v
72
UIN Makassar
v
v
v
73
UNSRAT

v
v
v
74
UNKHAIR
v
v
v
75
UNPATTI
v
v
v
76
UNIPA
v
v
v
77
UNCEN
v
v
v
78
UNMUS
v
v
v
Total Perguruan Tinggi
63
64
78
Keterangan: v = PTN ikut serta dalam SBMPTN pada tahun tersebut; x = PTN belum ikut serta dalam SBMPTN pada tahun tersebut; '*' = Perkiraan jumlah PTN yang ikut serta SBMPTN pada tahun tersebut; '**' = Perkiraan PTN akan ikut serta dalam SBMPTN pada tahun tersebut

Tahun 2016

Jenis ujian

Ujian tertulis

  • Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
  • Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  • Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Ujian keterampilan

·         Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan.
·         Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni.
·         Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani.
·         Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id
D. Ketentuan Umum dan Persyaratan
1. Ketentuan Umum
SBMPTN 2017 merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Kementerian Agama secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (Paper Based Testing) atau menggunakan komputer (Computer Based Testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.
2. Persyaratan
  1. Pendaftaran
    1. Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C tahun 2015 dan 2016 harus memiliki ijazah.
    2. Bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dan Paket C tahun 2017 telah memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah atau Ijasah Paket C. Surat Keterangan Lulus sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang bersangkutan serta dibubuhi cap yang sah.
    3. Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studinya.
  2. Penerimaan
    Peserta seleksi lulus pendidikan menengah, lulus SBMPTN 2017, sehat, dan memenuhi persyaratan khusus Universitas Brawijaya yang akan diumumkan segera.
Prosedur Pendaftaran
  1. Pendaftaran SBMPTN 2017 dilakukan secara online. Tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.
  2. Tata cara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.sbmptn.ac.id mulai tanggal 4 April 2017.
  3. Pendaftaran online Paper-Based Testing (PBT) dan Computer-Based Testing (CBT) dan dibuka dari tanggal 11 April 2017 pukul 08.00 WIB sampai dengan 5 Mei 2017 pukul 22.00 WIB. Pendaftaran online CBT akan ditutup apabila jumlah kuota pendaftar telah terpenuhi.
Jenis Ujian
  1. Ujian Tertulis (PBT atau CBT)Materi Ujian Tertulis terdiri atas:
    1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).
    2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
    3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
  2. Ujian KeterampilanUjian Keterampilan diperuntukkan bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan terdiri dari :
    1. Ujian Keterampilan seni rupa dengan mata uji tes menggambar, tes pengetahuan dan wawasan seni rupa.
    2. Ujian Keterampilan seni tari dengan mata uji tes tari bentuk, tes kreatifitas tari, tes imitasi gerak, serta tes pengetahuan dan wawasan seni tari (dalam bentuk wawancara).
    3. Ujian Keterampilan seni musik dengan mata uji tes musikalitas, tes praktik instrumen, serta tes pengetahuan dan wawasan seni musik (dalam bentuk wawancara).
    4. Ujian Keterampilan seni drama/teater dengan mata uji tes praktik monolog, tes pantomim, serta tes pengetahuan dan wawasan seni drama/teater (dalam bentuk wawancara).
    5. Ujian Keterampilan olahraga dengan mata uji tes kesehatan dan tes keterampilan motorik.
Peserta dapat mengikuti Ujian Keterampilan di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.ac.id.
Jadwal Ujian
  1. Ujian Tertulis (PBT dan CBT) :PBT dan CBT dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 16 Mei 2017
  2. Ujian Keterampilan :Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Rabu dan/atau Kamis, tanggal 17 dan/atau 18 Mei 2017
Pengumuman Hasil Seleksi
Hasil ujian akan diumumkan pada tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di laman http://www.sbmptn.ac.id.
Tata Cara Daftar Ulang
Tata cara daftar ulang bagi calon mahasiswa baru jalur SBMPTN tahun 2017 dapat diakses melalui URL berikut : TATA CARA DAFTAR ULANG MAHASISWA BARU JALUR SBMPTN TAHUN 2017















BAB III
KESIMPULAN


Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (paper based testing) atau menggunakan komputer (computer based testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon Mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat.
Pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengajukan dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.
Sebagai siswa kelas XII yang nantinya akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi tentunya informasi ini sangatlah membantu dalam menentukan pilihan serta opsi yang akan diambil dalam melanjutkan pendidikannya.


















DAFTAR PUSTAKA


5.      https://sbmptn.ac.id/?mid=13

















KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat RahmatNyalah kita disini dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “SBMPTN”.
Adapun makalah ini tersusun atas tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penyusunanya kami menyadari terdapat kesulitan dalam mencari informasi serta materi yang dibutuhkan, namun dengan usaha yang kuat serta tekad akhirnya kami dapat melaluinya.
Demi kesempurnaan makalah ini, kami menerima saran maupun kritik yang bersifat membangun. Akhir kata kami / penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yangtelah ikut andil dalam membantu penyelesaian makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, khususnya bagi kami/penulis.


Parigi, 13 Agustus 2017


Penulis









Text Box: i
 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………           i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….                        ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………….                       1
A.        Latar Belakang……………………………………………………….           1
B.        Rumusan Masalah…………………………………………………….          1
C.        Tujuan…………………………………………………………………         1
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………..        2
A. Pengertian SBMPTN……………………………………………………….        2
B. Sejarah SBMPTN……………………………………………………………       2
C. Perguruan Tinggi Negeri Peserta SBMPTN…………………………………       3
D. Ketentuan Umum dan Persyaratan…………………………………………..      6
BAB III KESIMPULAN ……………………………………………………….     9
DAFTAR PUSTAKA……………………Text Box: ii……………………………………….   10

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra



Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PROSES MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Abstrak.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembahasan ini adalah untuk mengetahui :  1) langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis permulaan, 2) metode pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis permulaan, 3) pemakaian media bergambar dalam pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis permulaan, 4) pelaksanaan evaluasi pembelajaran membaca dan menulis permulaan, dan 5) hambatan-hambatan yang dirasakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis permulaan. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode konstruktivisme dan metode kualitatif , metode multisensori dengan pengumpulan data pengamatan. Membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life long learning). Menurut Doman waktu terbaik untuk belajar membaca kira-kira bersamaan waktunya dengan anak belajar bicara, dan masa peka belajar anak terjadi pada rentang usia 3 hingga 5 tahun. Metode multisensori berhasil digunakan untuk mengatasi kelemahan membaca pada penderita disleksia, namun belum diketahui pengaruhnya jika diterapkan pada anak-anak di sekolah formal yang kurang menunjukkan peningkatan kemampuan membaca,dan meningkatnya minat juga motivasi siswa untuk membaca dan menulis permulaan.

Kata kunci : Pembelajaran, membaca, menulis, konstruktif, kualitatif

Pendahuluan
            Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan. Dengan pendidikan dipersiapkan tenaga-tenaga dalam pembangunan bangsa dan Negara. Pendidikan yang terpadu dan terus-menerus dapat mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri seseorang.
            Peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah dasar telah menjadi kebijaksanaan pemerintah yang harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Usaha ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya untuk mencapai tujuan pembangunan.
            Dalam usaha peningkatan mutu faktor guru memegang peran penting , karena itu profesionalisme tenaga guru kelas digalang secara sistematis, melalui wadah-wadah pembinaan professional guru.
            Maju mundurnya masyarakat dalam suatu Negara bergantung pada maju mundurnya pendidikan di Negara tersebut. Mutu pendidikan itu dapat dicapai dengan baik apabila proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam kelas atau sekolah benar-benar efektif dan fungsional sesuai dengan sasarang yang diinginkan.
            Membaca dan menulis permulaan pada tahap keberwacanaan dan bersifat teknis. Tahap-tahap keberwacanaan ini merupakan tujuan pembelajaran di SD kelas-kelas awal, yaitu kelas 1 dan 2 (Comb, 1996: 15). Namun, menurut Wrigth, dkk (1993:15), mengajar anak untuk dapat membaca dan menulis merupakan kegiatan yang sulit dilakukan. Apalagi untuk mengajar membaca dan menulis permulaan pada anak-anak usia kelas awal yang masih berada dalam usia bermain dan belum memungkinkan untuk menghadapkan mereka pada situasi pembelajaran yang formal dan suasana serius.
Anak usia dini berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental (Suyanto, 2005, h. 5). Maka tepatlah bila dikatakan bahwa usia dini adalah usia emas (golden age), di mana anak sangat berpotensi mempelajari banyak hal dengan cepat.
            Membaca dan menulis permulaan merupakan tingkat keterampilan yang tidak dapat dipisahkan pembinaannya membaca dan menulis permulaan untuk memudahkan murid mengenal huruf-huruf abjad dan menulis permulaan ini sangat penting karena merupakan dasar dari pengajaran membaca dan menulis pada tingkat yang lebih tinggi di sekolah.
Anak harus menggunakan pendekatan visual, suara, dan linguistik untuk bisa belajar membaca dengan fasih. Kemampuan membaca anak tergantung pada kemampuan dalam memahami hubungan antara wicara, bunyi, dan simbol yang diminta (Grainger, 2003, h. 174). Kemampuan memetakan bunyi ke dalam symbol juga akan menentukan kemampuan anak dalam menulis dan mengeja. Dengan memperhatikan kemampuan yang dibutuhkan anak dalam belajar membaca, selanjutnya diperlukan kerjasama komponen – komponen lain dalam proses membaca. Guru atau orangtua dapat membimbing anak lebih baik, dan mempersiapkan materi serta metode yang tepat untuk memberi pengajaran membaca pada anak.

Metode
            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan model Spiral Kemmis dan Mc Taggart (1988) dengan prosedur penelitian yang terdiri atas perencanaan-tindakan observasi/evaluasi-refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Metode ini juga sesuai dengan karakteristik penelitian yang mengarah pada penelitian kualitatif sebagaimana yang disebutkan oleh Bodgam dn Biklen dalan Amirruddin (1990) bahwa penelitan kualitatif memiliki karakteristik 1) natural setting 2) bersifat deskriptif, 3) lebih mengutamakan proses dari pada hasil 4) analisis data dilakukan secara induktif, dan 5) makna merupakan perhatian utama. Selain itu, pengolahan data pene;itian ini dilakukan dalam bentuk pendeskripsian tanpa menggunakan rumus-rumus statistik.
Penelitian ini juga bertujuanuntuk mengetahui sejauh mana pengaruh metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak-anak Apakah terjadi peningkatan kemampuan membaca permulaan pada kelompok eksperimen yang diberi perlakuan berupa metode multisensori jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.

Hasil dan Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama tiga siklus. Pada tiap pentahapan siklus diupayakan dapat menghasilkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dari hasil penelitian ini dapat dibuktikan bahwa pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas 1. Adapun pembelajaran kontruktivisme yang dilakukan dalam penelitian ini tampak melalui langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut. Pada siklus 1, pembelajaran dilakukan dengan langkah-langkah: 1) Guru melakukan pembelajaran di kelas sesuai dengan perencanaan tindakan yang telah disusun bersama dalam tim peneliti.
Dalam hal ini, guru mengawali dengan memberikan apersepsi untuk menjajagi kemampuan siswa dalam hal membaca dan menulis permulaan; 2) Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata bergambar (MKKB) yang sudah didesain untuk mengenalkan huruf yang terdiri atas 1 set huruf dari a sampai dengan z, dan ditetapkan pada saat kegiatan perencanaan, 3) Dalam melakukan tindakan ini, guru menggunakan strategi menemukan sendiri dengan menjalin interaksi dengan siswa untuk merangsang aktivitas siswa dengan cara: a) Guru menunjukkan MKKB sisi depan yang terdapat gambar serta konteks kata untuk mengenalkan huruf tertentu. Misalnya, untuk mengenalkan huruf b guru dapat menggunakan MKKB yang bergambar buku dengan tulisan buku yang berada di bawah gambar.
Guru membacakan tulisan yang berada di bawah gambar, yakni buku. Setelah itu siswa diminta untuk menirukan ucapan guru sambil guru menunjuk tulisan yang ada di bawah gambar, bukan menunjuk gambarnya, b) guru mengenalkan bagian awal dari kata buku, yakni huruf b. Guru kemudian menunjukkan sisi belakang MKKB yang bertuliskan huruf b tulis,, siswa diminta menirukan di buku masing-masing, d) Pembelajaran MMP dengan MKKB ini dapat dilanjutkan dengan kegiatan menarik yang lain, yakni guru meminta siswa untuk menggambar atau menceritakan gambar yang terkait dengan gambar dan tulisan yang terdapat dalam MKKB. Pada akhir pembelajaran dapat diberikan tes berupa tugas permainan dengan menggunakan MKKB dalam bentuk mencocokkan kata dengan gambar yang sesuai.
 Dalam hal ini, siswa dapat diminta untuk berlomba adu cepat dalam mencari kata-kata yang berawal huruf b, kemudian menuliskan huruf tersebut di papan tulis. Pembelajaran pada siklus 2 dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru mengawali dengan memberikan apersepsi awal untuk menjajagi kemampuan siswa dalam hal mengenali huruf dalam konteks kata bergambar, 2) Kemudian guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan kalimat-kalimat yang terdiri atas kata-kata dengan suku kata berulang, misalnya untuk mengenalkan sistem perangkaian huruf d dengan vokal digunakan kalimat Ada dua dadu; Ini dadu didi dan dedo; Didi dan dedo duduk; dan seterusnya, 3) Guru membacakan cerita bergambar dengan kalimat-kalimat sederhana yang seperti dicontohkan pada bagian 2, 4) Guru melakukan pembacaan secara berulang-ulang, siswa menirukan, 5) Setelah siswa dapat menirukan dan membaca pengulangan-pengulangan suku kata dalam kalimat-kalimat sederhana, guru meminta siswa untuk menuliskan di papan tulis atau di buku masing-masing, 6) Dalam melakukan tindakan ini, guru dapat menggunakan strategi menemukan sendiri dan melakukan kegiatan interaktif untuk menjalin interaksi dengan siswa dengan merangsang aktivitas dan daya pikir siswa, 7) Pada akhir pembelajaran dapat diberikan tes akhir berupa tugas membaca kalimat dalam buku cerita bergambar dengan suku kata berulang dan mencontoh tulisan guru atau tulisan yang ada di buku tersebut di papan tulis atau berupa tes dikte di buku siswa masing-masing.
Pembelajaran pada siklus 3 dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru mengawali dengan memberikan apersepsi untuk menjajagi kemampuan siswa dalam hal mengenali sistem pembacaan dan penulisan kata dan kalimat yang dibantu dengan konteks gambar, 2) Kemudian guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media buku cerita bergambar yang sudah didesain dan ditetapkan pada saat kegiatan perencanaan, misalnya kalimat-kalimat sebagai berikut: ini kancil, kancil hidup di hutan, kancil suka makan timun, ini kebun pak tani, pak tani menanam timun, kancil lewat di kebun, timun pak tani ranum-ranum, kancil mencuri timun pak tani, dan seterusnya, 3) Dalam melakukan tindakan ini, guru dapat menggunakan strategi menemukan sendiri dan melakukan kegiatan interaktif untuk menjalin interaksi dengan siswa dengan merangsang aktivitas dan daya pikir siswa dengan cara: a) Guru membagikan buku cerita yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan kebutuhan membaca awal siswa kepada semua siswa dengan judul cerita yang sama, b) Guru memberikan contoh cara membaca cerita bergambar tersebut, siswa diminta menirukan, c) Dalam pembelajaran ini diupayakan terjadi diskusi menarik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa lainnya tentang topik yang diceritakan dalam cerita bergambar tersebut, d) Guru meminta salah satu atau beberapa orang siswa membacakan secara nyaring buku cerita tersebut, e) Selain membacakan, siswa juga diminta untuk menuliskan di papan tulis atau di buku masing-masing kalimat-kalimat yang ada dalam buku cerita tersebut yang dipilih oleh guru, f) Pada akhir pembelajaran dapat diberikan tes akhir berupa membaca kalimat dalam buku cerita bergambar dan menulis kalimat sederhana (dikte).
 Penelitian ini telah membuktikan bahwa pembelajaran konstruktivisme dapat memberikan pengaruh kondusif terhadap kemampuan dan sistem belajar anak dalam membaca dan menulis permulaan. Pengaruh kondusif dalam jangka pendek yang dimaksudkan adalah 1) meningkatnya kemampuan membaca siswa yang dapat dibuktikan dari kemampuan membaca siswa yang dilakukan dengan menghindari sistem mengeja, (2) meningkatnya pemahaman siswa terhadap bahan bacaan yang berupa kalimat-kalimat sederhana, dan 3) meningkatnya minat dan motivasi siswa untuk membaca dan menulis permulaan. Adapun pengaruh kondusif dalam jangka panjang belum bisa disampaikan dalam laporan penelitian ini karena harus dilihat dampaknya pada pembelajaran membaca dan menulis lanjut siswa ketika mereka berada pada kelas tinggi (kelas 3 sampai dengan 6). Namun dapat dipredikisikan (berdasarkan asumsi teori sintesis dan global) bahwa kemampuan membaca dan menulis lanjut anak menjadi meningkat sebagai dampak diterapkannya pembelajaran konstruktivisme, kualitatif dan multisensori di kelas 1 SD.

A.    Langkah pelaksanaan membaca permulaan
Langkah mengajar permulaan di bedakan menjadi dua macam yaitu membaca tanpa buku dan membaca dengan buku.
1)       Membaca permulaan tanpa buku
Langkkah-langkahnya :
a.       Guru menunjukkan gambar yang berisi cerita
b.      Guru menceritakan isi gambar
c.       Murid disuruh menceritakan kembali isi gambar
d.      Menuliskan kata yang terdapat cerita dalam rangka mengenalkan huruf dan cara membaca
e.       Gambar sudah tidak digunakan, sebagai gantinya guru membuka cerita sedrhana dan menuliskannya di papan tulis. Cara yang ditempuh adalah : 1.mengenal kata dalam kalimat, 2. Mengenal suku kata dalam kata, 3. Mengenal huruf dalam suku kata, 4. Merangkai huruf dalam suku kata, 5. Merangkai suku kata menjadi kata .
2)      Membaca dengan buku
Langkah-langkahnya :
a.       Membagikan buku atau menyuruh anak mengeluarkan buku yang dibawanya
b.      Memperkenalkan buku, warna, jilid dan tulisan
c.       Memberi petunjuk cara membuat buku
d.      Menjelaskan angka dalam nomor halaman
e.       Memusatkan perhattian anak pada halaman yang dipelajari
f.       Menceritakan gambar yang terdapat pada halaman tersebut
g.      Mengajak murid membaca kalimat dengan intonasi yang tepat

B.     Langkah pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan
Dalam buku petunjuk pengajaran membaca dan menulis di SD (depdikbud,1996) di kemukakan langkah-langkah pengajaran menulis di kelas I dan II SD , secara garis besar :
1.      Pengenalan huruf
2.      Latihan
3.      Menyalin tulisan
4.      Menulis halus/indah
5.      Dekte
6.      Melengkapi

Tujuan pengajaran bahasa Indonesia dan dirumuskan dalam berbagai kurikulum adalah agar murid memiliki pengetahuan tentang bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai alat komunikasi , murid terampil menggunakan bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan, dan dapat menghargai terhadap kebudayaan dan tradisi nasional termasuk bahasa Indonesia.
            Tujuan tersebut merupakan tujuan umum yang digariskan departemen pendidikan dan kebudayaan dalam rencana pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah.
            Tujuan bahasa Indonesia tersebut di rumuskan dalam kurikulum bahasa Indonesia SD , yaitu dalam garis-garis besar program pengajaran (GBPP) 1994 bahasa Indonesia dalam bentuk tujuan kurikuler dan tujuan instruksional. Tujuan kurikuler adalah tujuan pencapaian nya di bebankan kepada program pengajaran suatu bidang studi. Tujuan instruksional dibebankan kepada suatu pengajaran dalam suatu bidang pengajaran atau pokok bahasan.

Media pengajaran membaca dan menulis permulaan

Media sebagai salah satu komponen pengajaran harus digunakan dalam proses belajar mengajar dan tidak boleh dilupakan jika hasil pengajaran yang dilaksanakan itu diharapkan dapat memberi hasil yang sangat memuaskan. Hal ini karena penggunaan media dalam pengajaran dapat menyalurkan pesan yang tepat dari suatu sumber (guru) kepada penerima (murid).
            Fungsi dan peranan media dalam pengajaran sangat besar karena media pengajaran tidak hanya sekedar membantu penyaluran pesan, tetapi dapat pula membantu hasil yang sangat memuaskan. Hal ini kerana penggunaan media dalam pengajaran dapat menyalurkan pesan tetapi juga membantu penyederhanaan proses pengajaran yang ruwet ke proses komunikasi belajar yang cukup lancer.
            Sehubungan hal tersebut, hafni (1984) mengatakan : salah satu tujuan penggunaan media adalah menyederhanakan pengajaran, salah satu media yang di gunakan menjadi pengajaran yang lebih ruwet. Supaya kekeliruan yang tidak perlu dihindarkan , karakteristik media yang efektif perlu dikenali, relevan sesuai dengan tujuan, dan pengalaman belajar, sederhana esencial dan menarik serta menghemat tenaga dan waktu adalah beberapa cirri efektif.
            Pendapat diatas mempertegas pentingnya media dalam pengajaran. Penggunaan media dengan baik . media tidak hanya berfungsi mempercepat penerimaan pesan , tetapi berfungsi membantu kesalahpahaman murid dalam menerima pelajaran. Media juga dapat membantu ingatan kerana murid diharapkan kepada atraksi langsung terhadap wujud sebenarnya.


Penutup

a.      Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang saya ambil dari jurnal acuan saya dilakukan pada kelas 1 SD di Aceh Besar proses pelaksanaan membaca dan menulis permulaan dilaksanakan sesuai dengan tujuan pengajaran, media pengajaran dan evaluasi pengajaran. Dengan demikan hasil yang di peroleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
            Usaha guru dalam meningkatkan kegiatan membaca dan menulis permulaan di kelas 1 SD di Aceh besar sudah baik, terutama didalam kegiatan membimbing murid membaca dan menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat.

MAKALAH PENGARUH PENDIDIKAN DAN LATIHAN DASAR TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS SDM

  MAKALAH PENGARUH PENDIDIKAN DAN LATIHAN DASAR TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS SDM Disusun untuk memenuhi Tugas Mata kuliah Eko...