MAKALAH PERKEBUNAN DAN TANAMAN HORTIKULTURA
MAKALAH
PERKEBUNAN
DAN TANAMAN HORTIKULTURA

UNIVERSITAS
GALUH CIAMIS
2025
![]()
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang mana atas segala rahmat dan hidayahNya
yang tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini, sholawat serta salam kita
panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya,
sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin. Karena
anugerah dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Dalam penulisan maupun
penyusunannya, penulis menyadari bahwa masih banyak sekali terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan kepada para pembaca umumnya.
Ciamis,
Oktober 2025
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Tanaman Perkebunan dan Hortikultura
2.2 Masalah Budidaya Tanaman Hortikultura
a. Penyakit
–penyakit tanaman hortikultura
b. Hama-hama
penting pada tanaman hortikultura
2.3 Benih Tanaman Hortikultura Dan Tanaman
Perkebunan
2.4 Syarat-Syarat Kelayakan Benih
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem
produksi pertanian adalah
suatu rangkaian proses
produksi yang dilakukan dalam sistem pertanian untuk
menghasilkan produk pertanian yang bermutu tinggi dan efisiendalam penggunaan
sumber daya. Sistem produksi pertanian meliputi beberapa aspek sepertitanaman,
hewan, dan teknologi.
Tanaman
Pangan Tanaman pangan yaitu semua model tanaman yang di dalamnya ada
karbohidrat serta protein sebagai sumber daya manusia. Tanaman pangan bisa juga
disebutkan sebagai harga honda forzatanaman paling utama yang dikonsumsi
manusia sebagai makanan untuk berikan konsumsi daya untuk badan. Umumnya tanaman
pangan yaitu tanaman yang tumbuh jangka waktu semusim.
Umumnya
buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias. Lebih spesifik, hortikultura
berfokus pada penanaman tanaman buah (pomologi/frutikultura), tanaman bunga
(florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obat (biopharmaca), dan
taman (lansekap).
Hortikultura
secara lengkap adalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda
dengan Agronomi, yang definisinya adalah membudidayakan tanaman di lapangan.
Salah satu ciri khas produk hortikultura adalah perisabel atau mudah rusak
karena kesegaran.
Subsektor
hortikultura merupakan komponen penting dalam pembangunan pertanian yang terus
bertumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Pasar produk komoditas tersebut
bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri saja, melainkan juga
sebagai komoditas ekspor yang dapat menghasilkan devisa untuk negara.
1.2. Rumusan masalah
a. Apa
yang dimaksud Tanaman Perkebunan dan Hortikultura
b. Apa
saja Masalah Budidaya Tanaman Hortikultura
c. Bagaimana
Benih Tanaman Hortikultura Dan Tanaman Perkebunan
d. Apa
saja Syarat-Syarat Kelayakan Benih
1.3. Tujuan
a.
Untuk mengetahui Tanaman
Perkebunan dan Hortikultura
b.
Untuk mengetahui Masalah
Budidaya Tanaman Hortikultura
c.
Untuk mengetahui Benih
Tanaman Hortikultura Dan Tanaman Perkebunan
d.
Untuk mengetahui
Syarat-Syarat Kelayakan Benih
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Tanaman Perkebunan dan
Hortikultura
2.1.1. Tanaman
perkebunan
merupakan tanaman yang ditanam dengan jangka waktu yang cukup lama. Pada
dasarnya subsektor perkebunan memiliki karakteristik tanaman yang dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu tanaman semusim dan tanaman tahunan.
a.


Contoh
tanaman perkebunan : Karet, Kelapa Sawit, Coklat, Kopi, Teh, Kina, Tebu,
Tembakau, dan Lada






2.1.2. Tanaman Hortikultura merupakan cabang dari agronomi. Berbeda dengan agronomi, hortikultura memfokuskan pada
budidaya tanaman buah (pomologi /
frutikultur), tanaman bunga (florikultura),
tanaman sayuran (olerikultura), tanaman
obat-obatan (biofarmaka), dan taman (lansekap).
a. Tanaman Sayur kubis, bayam,kangkung, wortel, kangkung, bawang merah, bawang putih,
daun bawang, kol, selada, mentimun, buncis, dan paprika
b. Tanaman bunga Agapanthus, anggrek, bunga matahari, dahlia, mawar, melati
c. Tanaman buah Nanas, salak, pisang, apel, anggur, jambu, pepaya, langsat, sukun,
rambutan, manggis dll.
d. Tanaman obat Temu Putih, Temu Kunci, Temu Ireng, Temu Mangga, Temu
Lawak), jahe ( Jahe Wulung, Jahe Merah (Red Ginger), Jahe
Kebo, Jahe Emprit), lengkuas, kunyit, kencur dan lain sebagainya
e. Taman taman bergaya Bali, taman gaya Jawa, taman gaya Preancis, taman gaya Jepang dan
lain sebagainya.
2.2 Masalah Budidaya Tanaman Hortikultura
Masalah Utama
Perlintan pada tanaman hortikultura (Buah, sayur, Bunga dan rempah)
Tanaman hortikultura
termasuk tanaman buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias merupakan tanaman
yang rentan terdapat serangan OPT baik hama, patogen dan juga gulma. Serangan
OPT tidak terbatas ketika tanaman masih dalam proses produksi di lapang namun
juga ketika produksinya telah di panen, buah-buahan, sayuran dan
bunga-bungaan tidak lepas dari kerusakan baik secara biotic oleh OPT
maupun oleh faktor-faktor abiotik seperti suhu dan kelembaban udara. Pada bab
ini khusus akan dibahas mengenai hama dan penyakit serta gulma penting pada
beberapa tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi.
a.
Penyakit –penyakit
tanaman hortikultura
Pisang merupakan tanaman buah tropika terpenting yang
produksinya menempati urutan pertama di Indonesia. Di dunia internasional
produksi pisang Indonesia menempati urutan ke 6 terbesar (FAO Stat). Walaupun
produksinya cukup tinggi, namun eksport pisang masih terkendala oleh rendahnya
produksi yang disebabkan oleh serangan berbagai patogen termasuk jamur,
bakteri, dan virus. Akibat serangan ketiga golongan patogen
tersebut kerugian dapat mencapai di atas 60% dan pada beberapa lahan produksi
bahkan mengalami kerusakan total.
fsp cubense (Foc). Penyakit ini menyebabkan
kelayuan yang dimulai dengan menguning kemudian mengeringnya daun-daun di
bagian bawah dan meluas pada daun-daun yang muda dan akhirnya tanaman mati. Ketika
pohon sakit dipotong melintang atau membujur tampaktitik-titik atau garis-garis
membujur berwarna kecoklatan pada batang semu akibat terinfeksinya jaringan
silem oleh Foc. Ketika tanaman yang terinfeksi sudah mampu membentuk buah maka
buah pisang tidak mengalami pembusukan. Foc merupakan patogen tular tanah dan klamidosporanya mampu bertahan di
dalam tanah tanpa tanaman inangnya selama lebih dari 10 tahun.
Cabe merupakan sayuran terpenting di Indonesia dan
selalu dibutuhkan dalam menu makanan sehari-hari sebagai sayuran segar
dan juga dibutuhkan dalam industri pengolahan makanan. Indonesia adalah
producer cabe ke 4 terbesar dunia dengan produksi mencapai 1332360 ribu ton
pada tahun 2010 (Fao Stat). Kendala produksi cabe terbesar sekitar 10 tahun terakhir
ini adalah penyakit virus kuning atau penyakit bule yang bisa menyebabkan
kehilangan hasil mencapai 20-100 persen. Gejala umumnya muncul pada daun-daun
muda atau pucuk berwarna kuning cerah atau bercampur dengan warna hijau,
helaian daun keriting atau mengkerut, menebal, dan ukuran mengecil.
Dengan tumbuhnya tanaman gejala menguning dan keriting muncul pada semua tunas
dan daun-daun muda yang berkembang.
Di lahan kemunculan tanaman sakit mula-mula terjadai
pada beberapa tanaman secara sporadic kemudian menjadi semakin banyak dan
bahkan meluas dengan cepat pada semua tanaman. Penyakit ini disebabkan oleh
kelompok Virus Gemini dengan asam nukleat infeksiusnya berupa DNA dan mempunyai
kisaran inang yang cukup luas tidak terbatas tanaman dari keluarga Solanaceae
seperti cabe, tomat, tembakau dll tetapi juga buncis, kacang panjang kedelai
dan gulma Ageratum spp. atau bandotan. Penularan virus ini terjadi melalui
serangga vector Bemisia tabaci yang kisaran inangnya sangat
luas lebih dari 500 spesies tanaman. Serangga ini juga dikenal dengan nama kutu
putih atau kutu kebul.
Anggrek adalah tanaman hias terpenting Indonesia dan
anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai puspa pesona
Indonesia dari ketiga bunga nasional lainnya bersama bunga melati (Jasmium
sambac) sebagai puspa bangsa dan bunga bangkai (Rafflesia arnoldi)
sebagai puspa langka. Pada budidaya anggrek khususnya Phalaenopsis spp), salah
satu kendala terpenting adalah penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh
bakteri Pectobacterium carotovorum subsp. carotovorum Gejala
biasanya muncul berupa bercak bundar berwarna gelap atau hijau keabu-abuan yang
meluas dengan cepat, dan jaringan yang terserang menjadi lembek hancur berwarna
kecoklatan dan bau tidak sedap. Infeksi terjadi pada daun dan juga pada
bagian-bagian tanaman yang lain termasuk batang dan akar. Penyakit ini menular
lewat aliran atau percikan air, alat pemotong dll. Dan penyebarannya dapat
terjadi sangat cepat dalam beberapa hari ketika suhu udara hangat dan kelembaban
tinggi.
Jahe merupakan tanaman rempah yang sangat penting di
Indonesia untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk eksport. Kendala budidaya
jahe antara lain adalah serangan nematode parasit akar. Nematoda yang paling
banyak ditemukan menyerang jahe adalah Pratilenchus dan Meloydogyne. Gejala
serangan nematode parasit akar adalah kerusakan pada akar akibat gigitan dan
juga mempermudah terjadinya infeksi patogen tular tanah sehingga terjadi
kerusakan ganda pada akar. Akibat rusaknya akar maka pertumbuhan tanaman
menjadi terganggu, kerdil, daun-daun menguning, produksi umbi menurun dan layu
kemudian akhirnya tanaman mati.
Selain kerusakan pada akar juga terjadi kerusakan pada
rimpang secara langsung karena gigitan nematode maupun secara tidak langsung
terjadinya infeksi microba pembusukan yang menginfeksi lewat luka-luka yang
ditimbulkan oleh nematode. Nematoda parasit akar adalah hama tertular tanah,
dan penyenyebarannya terjadi melalui tanah serta alat-alat pengolah
tanah, air pengairan dan bibit tanaman jahe yang berupa rimpang yang
terkontaminasi oleh nematode.
b.
Hama-hama penting pada tanaman hortikultura
Gulma penting pada tanaman hortikultura
Tumbuhan gulma pada pertanaman hortikultura sangat
kompetitif apabila tidak dikendalikan semenjak awal. Penggunaan pupuk kandang
dari kotoran sapi khususnya banyak mengandung biji-biji gulma khususnya
rumput-rumputan. Berbagai jenis gulma yang sering ditemukan pada tanaman
hortikultura antara lain adalah rumput teki (Cyperus rotundus), krokot (Portuaca spp),
bayam duri (Amaranthus spinosus), Ageratum conyzoides (bandotan), Centella
asiatica, Euphorbia hirta Dsb.
Gulma tersebut selain mengganggu tanaman hortikultura
dengan cara kompetisi dalam penyerapan unsure hara sehingga pupuk yang
diaplikasikan ke pertanaman sebagian diserap oleh gulma, juga dalam hal
persaingan sinar matahari khususnya untuk gulma-gulma berdaun lebar maka
kanoponya dapat menaungi pertanaman hortikultura di sekitarnya. Lebih lanjut
pertumbuhan gula di pertanaman hortikultura juga menyebabkan meningkatnya
kelembaban mikro yang kondusif terhadap perkembangan OPT tanaman utama dan juga
diantara gulma-gulma tersebut diantaranya merupakan inang pengganti dari
berbagai patogen tanaman hortikultura sehingga menjadi sumber penularan kepada
tanaman utamanya.
2.3 Benih Tanaman Hortikultura Dan Tanaman
Perkebunan
b. Benih tanaman perkebunan
Pala
(Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah
satu tanaman rempah asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku. Varietas
unggul pala yang telah dilepas masih terbatas, baru ada sembilan varietas
dengan beragam tipe dan jenis yaitu varietas Badan 1, Tobelo 1, Ternate 1,
Tidore 1, Makian, Nurpakuan Agribun, Fakfak, dan Patani.
Varietas
Kelapa Dalam Lampanah merupakan
varietas kelapa Dalam asli Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Karakteristik
varietas Kelapa Dalam Lampanah yaitu tumbuh di lahan kering iklim basah
dengan tinggi tempat < 300 m dpl, curah hujan >1500 – 2000 mm per tahun
dengan bulan kering < 6 bulan kering, mulai berbunga 5 tahun, panen 6 tahun
dan buahnya beragam memiliki lingkar polar lebih panjang dari lingkar ekuatorial. Kelapa Dalam Lampanah memiliki 13,35 tandan/pohon, jumlah
buah 9,25 butir/tandan atau rata-rata sebanyak 138 butir/pohon/tahun, berat
daging kelapa segar adalah 449 g/butir atau sekitar 224 g kopra/butir dan
potensi produksi kopra 30,97 kg/pohon/tahun atau 3,80 ton kopra/ha/tahun dengan
kadar lemak 66,40, kadar air kopra sekitar 3,42% dan protein sekitar 6,81%.
Total asam lemak jenuh 94,27%, asam lemak jenuh rantai medium 67,21%, dan
kandungan asam laurat 46.50%. Air buahnya memenuhi standar air minum yang
sehat, jumlah bunga betina dan buahnya juga relatif banyak.
2.4 Syarat-Syarat Kelayakan Benih
Persyaratan benih yang baik
Umumnya benih dikatakan
baik secara fisik apabila menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Benih
bersih dari kotoran
Benih berstandar menghendaki tingkat kebersihan
yang tinggi terhadap benih tanaman lain, gulma, kotoran dari sisa-sisa bagian
tanaman lain, butiran tanah, pasir dan kerikil. Apabila benih bersih ini
diproduksi maka akan menunjukkan sifat-sifat yang sama dari kelompoknya.
2) Benih berisi atau bernas
Benih bernas adalah benih yang berisi atau
tidak hampa. Untuk mengetahui secara pasti dari benih bernas dapat melalui
penimbangan benih. Jika ditimbang menunjukkan berat benih standar maka benih
tersebut baik, dapat juga melalui perendaman pada air, jika benih terendam
berarti benih bernas. Namun ada jenis benih tertentu walaupun terapung benih
tersebut tetap bernas.
Benih bernas biasanya berat, benih berat
mengandung cadangan makanan lebih banyak dibandingan dengan benih hampa,
sehingga jika disemai akan memberikan pertumbuhan kecambah lebih besar. Standar
yang digunakan untuk mengukur benih bernas adalah dengan menimbang berat 1000
biji untuk benih-benih kecil, dan 100 biji untuk benih-benih besar. Kemudian dari
hasil penimbangan dibandingkan dengan standar berat benih 1000 biji atau 100
biji yang dapat dilihat pada tabel benih.
3) Warna benih cerah
Warna benih dapat mengidentifikasikan kualitas
suatu benih, terutama untuk mengetahui lamanya benih disimpan dan tingkat
kesehatan benih dari penyakit.
Benih yang baik, menunjukkan warna kulit yang
cerah atau terang sesuai dengan warna aslinya. Benih yang disimpan dalam
lingkungan yang tidak terkendali dan yang terkontaminasi dengan patogen akan
memberikan warna yang lebih kusam atau tidak sesuai warna dasar aslinya.
4) Ukuran benih normal dan seragam
Ukuran benih yang dimaksud adalah besar
kecilnya volume setiap butir benih. Benih yang baik adalah benih yang memiliki
ukuran normal, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Selain ukuran normal, benih harus memiliki
keseragaman dalam ukuran. Benih berukuran normal dan seragam merupakan benih
yang berkualitas karena memiliki struktur embrio dan cadangan makanan yang
cukup sehingga dapat melanjutnya kehidupannya.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Tanaman
Hortikultura secara sederhana bisa dikatakan sebagai budidaya tanaman kebun
yang berfungsi sebagai penyedia makanan dan jenis tanaman Hortikultura tertentu
juga bermanfaat untuk mengobati atau mencegah suatu penyakit. Sistem Produksi
merupakan gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan
saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan
tertentu. Sistem Produksi sendiri terdiri dari Komponen Fungsional yang
meliputi pengawasan, perencanaan, dan pengendalian sedangkan Komponen
Struktural yang meliputi mesin, bahan, tenaga kerja, dan peralatan. Kegiatan
yang dilakukan dalam budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura diantaranya
Pengolahan Lahan, Penanaman Benih atau Penyemaian Benih, Pemupukan, Perawatan,
Panen, Pasca Panen, dan Pemasaran.
3.2. Saran
Penulis
menyadari bahwa tentu saja makalah ini masih jauh dari sempurna sehingga perlu
ada perbaikan dan peningkatan di setiap bagiannya, karena itu saran dari
pembaca dan pengguna sangat diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.studocu.com/id/document/universitas-bengkulu/pengantar-agribisnis-ca/sistem-produksi-pertanian/48661615
https://faperta.uniska-bjm.ac.id/tanaman-hortikultura-di-indonesia-ragam-dan-karakteristik/#:~:text=Pengertian%20Tanaman%20Hortikultura%20di%20Indonesia,-Di%20Indonesia%2C%20praktik&text=Umumnya%20buah%2Dbuahan%2C%20sayur%2D,%2C%20dan%20taman%20(lansekap).
https://dinaspertanian.dharmasrayakab.go.id/pelayanan/kategori/6/bidang-tanaman-pangan-tp-.html#:~:text=Tanaman%20Pangan%20Tanaman%20pangan%20yaitu,berikan%20konsumsi%20daya%20untuk%20badan.
https://nos.jkt-1.neo.id/bse/perpustakaan/1/1265_0ce2.pdf
Komentar
Posting Komentar