MAKALAH TENTANG POLUSI TANAH
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan atas kehdhirat Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah memberikan rahmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada kami
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Adapun yang menjadi jenis tugas kami adalah “ Makalah Polusi
Tanah”. Tugas ini diharapkan untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita
semua khususnya dalam hal polusi tanah dan cara mengatasinya. Tujuan dibuatnya
tugas ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi serta untuk
memberitahukan kepada para pembaca mengenai polusi tanah dan cara mengatasinya.
Penulis berterima kasih kepada pihak yang membantu menyelesaikan
tugas ini termasuk guru bidang study yang telah banyak memberikan arahan dan
bimbingan sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam tugas ini.
Oleh karena itu, kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran dari para
pembaca agar kiranya ke depannya tugas ini akan menjadi lebih baik lagi. Akhir
kata, semoga tugas Makalah tentang Pengolahan Air ini dapat membawa manfaat
bagi kita semua. Terima kasih.
Parigi,
Juni 2026
Penyusun
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pencemaran Tanah
D.
Dampak
Dari Pencemaran Tanah
BAB III PENUTUP
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tanah merupakan bagian
penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi.Seperti kita ketahui
rantai makanan bermula dari tumbuhan.Manusia, hewan hidup dari tumbuhan.Memang
ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan
kita berasal dari permukaan tanah.Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita
menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi
ini.Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah
pun akibat kegiatan manusia juga.
Kita semua tahu Indonesia adalah negara yang
sangat kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu kekayaan tersebut, Indonesia
memiliki tanah yang sangat subur karena berada di kawasan yang umurnya masih
muda, sehingga di dalamnya banyak terdapat gunung-gunung berapi yang mampu
mengembalikan permukaan muda kembali yang kaya akan unsur hara.
Namun seiring berjalannya waktu, kesuburan
yang dimiliki oleh tanah Indonesia banyak yang digunakan sesuai aturan yang
berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari
pengolahan tanah tersebut. Salah satu diantaranya, penyelenggaraan pembangunan
Pembangunan kawasan industri di daerah-daerah pertanian dan sekitarnya
menyebabkan berkurangnya luas areal pertanian, pencemaran tanah dan badan air
yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian,
terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain.
Sedangkan kegiatan pertambangan menyebabkan
kerusakan tanah, erosi dan sedimentasi, serta kekeringan.Kerusakan akibat
kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi
(landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining)
meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka muncul
beberapa rumusan masalah diantaranya ialah:
1) Apa yang dimaksud dengan pencemaran
tanah.
2) Apa
saja yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.
3) Dampak apa saja yang diperoleh dari
pencemaran tanah.
4) Bagaimana cara menanggulangi dampak dari
pencemaran tanah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pencemaran Tanah
Polusi ( Pencemaran ) adalah masuknya atau di masukkannya mahluk
hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam Lingkungan oleh kegiatan manusia
sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Pencemaran tanah adalah
keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah
alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: Polusi (Pencemaran) tanah
biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair, bahan kimia industry, atau
fasilitas komersial, penggunaan pestisida, zat kimia, atau air limbah dari tempat
penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah yang
tidak memenuhi syarat/peraturan (illegal dumping).
Menurut Peraturan Pemerintah
RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian kerusakan tanah untuk produksi bio
massa: “Tanah adalah salah atu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi
yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat fisik,
kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk
hidup lainnya.”
Tetapi apa yang terjadi,
akibat kegiatan manusia, banyak terjadi kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150
th. 2000 di sebutkan bahwa “Kerusakan tanah untuk produksi biomassa adalah
berubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah”.
Ketika suatu zat berbahaya/beracun
telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan
atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian
terendap sebagai zat kimia beracun di tanah.Zat beracun di tanah tersebut dapat
berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air
tanah dan udara di atasnya.
Tanah yang dimaksud adalah
bagian permukaan bumi yang dihuni oleh banyak makhluk hidup terutama manusia,
tumbuh-tumbuhan bermacam-macam hewan dan mikroorganisme.Selain itu di dalam
tanah ini juga terdapat air dan udara.
Polusi Tanah mempunyai
hubungan yang erat dengan pencemaran udara maupun dengan pencemaran air.Bahan
Pencemar yang terdapat di udara larut dan terbawa oleh air hujan, jatuh ke
tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah.
Demikian pula bahan pencemar
dalam air permukaan tanah (air sungai,
air selokan, air danau dan air payau) dapat masuk ke dalam tanah dan dapat
menyebabkan Pencemaran Tanah. Dengan demikian maka Lingkungan Hidup yang paling
banyak dan mudah tercemar adalah Tanah.
B.
Sumber Pencemaran
Tanah
Sumber pencemar tanah, karena
pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat
dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan
sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.
Sebagai contoh gas-gas oksida
karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang
larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan
asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah.
Air permukaan tanah yang
mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam
limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan
pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan
terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah
daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.
Dari pembahasan tersebut di
atas, maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber
pencemar yang berasal dari:
a. Sampah
rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit.
b. Gunung
merapi yang meletus dan asap kendaraan bermotor
c. Bahan
polimer dan bahan yang sukar terurai
d. Limbah
pertanian
e. Limbah
reactor atom/PLTN
f. Limbah
industry
C. Penyebab
Polusi Tanah
Tanah adalah bagian penting dalam menunjang kehidupan
makhluk hidup di muka bumi.Kita ketahui rantai makanan bermula dari
tumbuhan.Manusia, hewan hidup dari tumbuhan.sebagian besar makanan kita berasal
dari permukaan tanah, walaupun memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di
laut. Sudah sepatutnya kita menjaga kelestarian
tanah sehingga bisa mendukung kehidupan di muka bumi ini.Sebagaimana pencemaran
air dan udara, pencemaran tanah pun merupakan akibat kegiatan manusia.
Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah
industri, dan limbah pertanian.
1. Limbah
domestik
Limbah
domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk;
perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya
kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat
dan cair.
2. Limbah
industri
Limbah
Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. .
-
Limbah industri berupa limbah
padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang
berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp,
kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll.
-
Limbah cair yang merupakan
hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan
industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak,
khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri
pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. Merupakan zat
yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan
mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting
terhadap kesuburan tanah.
3. Limbah
pertanian
Limbah
pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau
tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman.
Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur
tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami
jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida
bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di
dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di
dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan
hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut
D.
Dampak Dari
Pencemaran Tanah
Tumpukan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat
mengganggu atau mencemari yang disebabkan oleh lindi (air sampah), bau dan
estetika.Tumpukan tanah menutupi permukaan tanah sehingga tanah tak bisa digunakan
lagi untuk dimanfaatkan. Nah, tumpukan ssampah tadi
akan menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury, chrom, dan
arsen pada tumpukan sampah bisa menimbulkan pencemaran tanah atau gangguan
terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur tanah dan tekstur tanah. Limbah
yang lainnya misalnya oksida logam, baik yang terlarut maupun dapat menjadi racun
pada permukaan tanah.
Yang
menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak
tembus oleh air adalah sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, sehingga
peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme
di dalam tanahpun akan berkurang, oleh sebab itu tanaman sulit tumbuh dan
bahkan mati karena tidak mendapatkan makanan untuk berkembang. Limbah cair
rumah tangga diantaranya ialah tinja, detergen, oli bekas, cat. Peresapannya ke
dalam tanah ini kan merusak kandungan air yang ada dalam tanah an zat kimia
yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah, ini
merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran tanah.
Padatan
lumpur yang berasal dari proses pengolahan adalah limbah padat hasil buangan
industri. Adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu yang menyebabkan
terjadinya penimbunan limbah padat ini busuk atau berbau karena limbah padat
yang telah membusuk ini menguap dan baunya dibawa oleh hembusan angin sehinggamenghasilkan
bau yang dapat mengganggu lingkungan di sekitar. Tumpukan limpah dalam jangka
waktu lama akan menyebabkan permukaan tanah menjadi rusak dan air yang meresap
ke dalam tanah terkontaminasi oleh bakteri dan berakibat menurunnya kualitas
air tanah pada musim kemarau karena telah terjadinya pencemaran tanah. Nah,
tumpukan yang mengering akan dapat mengundang bahaya akan kebakaran.
Sisa-sisa
hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal,
perak, khrom, arsen dan boron adalah limbah cair yang beracun terhadap
mikro-organisme yang terdapat dalam tanah. Peresapannya ke dalam tanah akan
mengakibatkan kematian bagi mikrio-organisme
dimana mikro-organisme memiliki
fungsi yang sangat penting terhadap kesuburan tanah.
Pupuk
yang digunakan terus-menerus akan merusak struktur tanah dan menyebabkan kesuburan
tanah berkurang dan tidak dapat ditanami oleh jenis tanaman tertentu karena
unsur hara dalam tanah semakin berkurang dan tanpa disadari penggunaan pupuk
tersebut akan mengakibatkan pencemaran tanah. Peptisida yang digunakan bukan
saja dapat memusnahkan atau mematikan hama yang ada pada tanaman tetapi juga
mikroorganisme yang berguna bagi tanah juga ikut mati. Padahal kesuburan tanah
itu tergantung pada banyaknya atau jumlahnya
organisme dalam tanah. Selain pencemaran tanah tersebut penggunaan peptisida
terus-menerus akan mengakibatkan hama pada tanaman kebal terhadap peptisida
tersebut. Secara spesifik,dampak-dampak polusi tanah pada lingkungan adalah
sebagai berikut:
a. Timbunan
sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/ mencemari karena:
lindi (air sampah), bau dan estetika. Timbunan sampah juga menutupi permukaan
tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan, hal ini mengakibatkan gangguan
pada lingkungan sekitar seperti timbulnya bau busuk dan dapat membuat beberapa
tumbuhan di sekitarnya mati akibat dari pencemaran tersebut.
b. Timbunan
sampah bisa menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat mercury,
chrom dan arsen pada timbunan sampah bisa timbulkan pencemaran tanah / gangguan
terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.
Limbah lainnya adalah oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak menjadi
racun di permukaan tanah.
c. Yang
menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak
tembus air adalah Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, sehingga peresapan
air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme
di dalam tanahpun akan berkurang, oleh sebab itu tanaman sulit tumbuh dan
bahkan mati sebab tidak mendapatkan makanan untuk berkembang.
d. Tinja,
deterjen, oli bekas, cat, adalah limbah cair rumah tangga; peresapannya kedalam
tanah akan merusak kandungan air tanah dan zat kimia yang terkandung di
dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah, inilah salah satunya
yang disebutkan sebagai pencemaran tanah.
e. Padatan,
lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan adalah limbah padat hasil
buangan industri. Adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu
menyebabkan penimbunan limbah padat ini busuk yang selain menyebabkan
pencemaran tanah juga menimbulkan bau di sekitarnya karena.
f. Tertimbunnya
limbah ini dalam jangka waktu lama menyebabkan permukaan tanah menjadi rusak
dan air yang meresap ke dalam tanah terkontaminasi bakteri tertentu dan
berakibat turunnya kualitas air tanah pada musim kemarau oleh karena telah
terjadinya pencemaran tanah. Timbunan yang mengering akan dapat mengundang
bahaya kebakaran.
g. Sisa
hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal,
perak, khrom, arsen dan boron adalah limbah cair yang sangat beracun terhadap
mikroorganisme. Peresapannya ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi
mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah dan
dalam hal ini pun menyebabkan pencemaran tanah.
h. Pupuk
yang digunakan secara terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah,
yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis
tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dalam kondisi ini tanpa
disadari justru pupuk juga mengakibatkan pencemaran tanah.
i. Pestisida
yang digunakan bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme
yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah
organisme di dalamnya. Selain pencemaran tanah penggunaan pestisida yang terus
menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pencemaran tanah adalah
keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah
alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan
kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air
permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan
pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan
sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak
memenuhi syarat (illegal dumping).
Ada beberapa cara untuk
mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan
bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang
tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran
tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).
B.
Saran
Untuk lebih memahami semua
tentang pencemaran tanah, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang
berkaitan dengan materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca
setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari –
hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusun yang ada di dalamnya
sehigga dapat ikut serta menjaga kelestarian bumi ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Wikipedia.2007.
Pencemaran Tanah (On-line). http://id.wikipedia.org/wiki/
pencemaran_tanah.
http://noviyanassite.blogspot.com/2013/02/makalah-ipa-polusi-tanah_9959.html
http://informazioniunique.blogspot.com/2012/05/makalah-pencemaran-tanah.html
http://rebifirmansyah.wordpress.com/2012/03/27/makalah-pencemaran-tanah/
Komentar
Posting Komentar